Tingkatkan Kompetensi Guru Kejuruan, Prodi TPU PPI Curug Gelar Pelatihan Overhaul Mesin Piston Pesawat Udara

TANGERANG – Program Studi Teknik Pesawat Udara (TPU) Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bagi para pendidik dari SMKN 29 Jakarta. Mengusung judul “Pelatihan Pengenalan Teknik Dasar Overhaul Mesin Piston Pesawat Udara Tipe Opposed”, agenda ini dirancang untuk memperkuat wawasan akademis sekaligus keterampilan praktis para guru di bidang perawatan mesin penerbangan.

Acara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) PPI Curug, Dr. Dian Anggraini Purwaningtyas, S.Si.T., M.T., yang menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga vokasi dalam menjaga standar kompetensi SDM kedirgantaraan. Kegiatan PKM ini diikuti oleh 11 orang guru dari SMKN 29 Jakarta dan didampingi oleh 6 dosen Prodi TPU PPI Curug, yaitu Andri Kurniawan, S.ST., M.T. (Ketua Program Studi), Dr. Ego Widoro, S.T., S.SiT., M.T., Lilies Esthi Riyanti, S.SiT., M.T., Iwan Engkus Kurniawan, S.ST., MS.ASM, Bhima Shakti Arrafat, S.ST., MS.ASM, serta Wahyu Cakra Nugraha, S.ST., M.T., MS.ASAA. Selain jajaran dosen, dua mahasiswa Prodi TPU—Taruna Dzakhwan Afkaar Rahman dan Taruna Muhamad Rizky Azhlami Riyadi—turut dilibatkan aktif membantu kelancaran pendampingan praktikum.

Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama dua hari dengan memadukan metode teori dan praktikum. Pada hari pertama, Rabu, 5 Agustus 2026, materi disampaikan secara daring mengenai konsep dasar struktur mesin piston tipe opposed, identifikasi komponen utama, toleransi teknis, hingga prosedur keselamatan kerja (aviation safety principles). Memasuki hari kedua, Kamis, 6 Agustus 2026, para peserta melanjutkannya dengan praktikum langsung di Hangar 01 Teknik Pesawat Udara PPI Curug untuk melakukan pembongkaran (disassembly), inspeksi visual, hingga perakitan kembali (assembly) pada unit mesin piston.

Sesi praktikum di Hangar 01 menjadi inti dari rangkaian pelatihan. Dengan bimbingan instruktur dan dukungan para taruna, 11 guru peserta mempraktikkan langsung penggunaan special tools aviasi serta menerapkan Standard Operating Procedures (SOP) pengoperasian bengkel pesawat udara secara presisi.

Sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini menjadi langkah strategis untuk memangkas kesenjangan antara kurikulum sekolah dan kebutuhan industri aviasi. Melalui transfer pengetahuan ini, para guru diharapkan dapat menyalurkan wawasan teknis terkini langsung kepada para siswa di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *