Tangerang, Juni 2026 – Politeknik Penerbangan Indonesia Curug melalui Program Studi D.III Teknik Bangunan dan Landasan kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan kali ini mengangkat tema “Edukasi Keselamatan Penerbangan: Sosialisasi Zona Operasi Drone di Sekitar Bandar Udara Berdasarkan Regulasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP)” dan dilaksanakan bersama SMK Penerbangan Dirgantara.
Kegiatan yang dilaksanakan secara tatap muka pada 17 Juni 2026 tersebut ditujukan kepada guru dan siswa SMK Penerbangan Dirgantara. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya PPI Curug dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai keselamatan penerbangan, khususnya terkait perkembangan penggunaan pesawat udara tanpa awak atau drone di sekitar bandar udara.
Perkembangan teknologi drone yang semakin pesat telah mendorong pemanfaatannya dalam berbagai bidang, seperti survei dan pemetaan, dokumentasi udara, inspeksi infrastruktur, hingga kegiatan industri dan komersial. Namun, peningkatan penggunaan drone juga perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai ketentuan ruang udara, terutama ketika pengoperasian dilakukan di sekitar bandar udara yang termasuk dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan struktur KKOP, batasan ruang udara secara horizontal dan vertikal, serta Obstacle Limitation Surfaces (OLS) yang menjadi salah satu dasar dalam menentukan batas ketinggian objek di sekitar bandar udara. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai hubungan antara posisi drone terhadap landasan pacu (runway) dengan batas maksimum ketinggian yang diperbolehkan.
Selain pemaparan materi, kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif melalui pre-test, penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, simulasi identifikasi zona aman operasi drone, serta post-test. Simulasi diberikan melalui studi kasus untuk membantu peserta memahami secara aplikatif bagaimana menentukan area operasi drone yang sesuai dengan ketentuan keselamatan penerbangan.
Tim PKM juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan KKOP. Peserta diajak memahami bahwa pengoperasian drone yang secara visual terlihat tidak mengganggu pesawat udara belum tentu bebas dari risiko keselamatan. Area pendekatan (approach) dan lepas landas (take-off) merupakan bagian dari ruang udara yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi terhadap keselamatan penerbangan.
Kegiatan menghadirkan tim dosen Program Studi D.III Teknik Bangunan dan Landasan yang terdiri dari Febria Roza, S.ST., M.Sc., KGS. M. Ismail, S.T., M.T., Suse Lamtiar Simbolon, Ika Endrawijaya, M.M.Tr., Tiara Nugrahayani, S.E., M.M., serta Dr. M. Andra Adityawarman, S.T. Tim memberikan materi dan pendampingan kepada peserta dalam memahami regulasi serta penerapan prinsip keselamatan dalam pengoperasian drone.
Peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Diskusi dan tanya jawab menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memberikan kesempatan kepada guru dan siswa untuk memperdalam pemahaman mengenai regulasi pengoperasian drone, batasan ruang udara, struktur KKOP, serta potensi risiko terhadap keselamatan penerbangan.
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep KKOP, batasan pengoperasian drone di sekitar bandar udara, serta pentingnya mematuhi ketentuan keselamatan penerbangan. Peserta juga memberikan tanggapan positif terhadap materi dan metode yang digunakan dalam kegiatan.
Melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini, PPI Curug berharap guru dan siswa SMK Penerbangan Dirgantara tidak hanya memahami regulasi pengoperasian drone, tetapi juga mampu menerapkan prinsip keselamatan dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi pesawat udara tanpa awak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PPI Curug dalam membangun budaya keselamatan penerbangan sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan penerbangan. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran mengenai zona aman operasi drone, diharapkan pemanfaatan teknologi drone dapat terus berkembang secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan edukasi dan kolaborasi dengan institusi pendidikan, Politeknik Penerbangan Indonesia Curug kembali menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya keselamatan operasional penerbangan di Indonesia.
