The Invisible Architecture of Safety: Human Factors as the Core of Aviation Systems

Tangerang, 2026 – Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui forum diskusi lintas sektor bertajuk “The Invisible Architecture of Safety: Human Factors as the Core of Aviation Systems.” Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim PKM Program Studi DIV Lalu Lintas Udara bekerja sama dengan Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA) sebagai mitra strategis dalam penguatan budaya keselamatan penerbangan berbasis Human Factors di Indonesia. 

Kegiatan diawali dengan Opening Speech oleh Ketua Program Studi DIV Lalu Lintas Udara, Imam Sonhaji, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan industri penerbangan modern menuntut seluruh insan aviasi untuk tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memahami pentingnya budaya keselamatan yang dibangun melalui kesadaran manusia. Beliau menekankan bahwa keselamatan penerbangan merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen dalam sistem penerbangan, sehingga diperlukan ruang diskusi yang mampu menyatukan perspektif akademisi, regulator, praktisi, maupun masyarakat penerbangan dalam satu pemahaman yang sama mengenai keselamatan.

Beliau juga mengapresiasi terselenggaranya forum diskusi lintas sektor tersebut karena dinilai mampu memperkuat literasi keselamatan penerbangan, khususnya dalam memahami Human Factors sebagai inti dari sistem keselamatan modern. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun safety mindset di lingkungan pendidikan dan operasional penerbangan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PusPPM) PPI Curug, Dr. Dian Anggraini P., S.Si.T., M.T., sekaligus secara resmi membuka kegiatan forum diskusi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa keselamatan penerbangan saat ini tidak lagi dapat dipandang hanya dari sisi teknologi dan kepatuhan prosedur, tetapi harus dipahami sebagai bagian dari sistem yang melibatkan manusia, organisasi, komunikasi, dan budaya kerja.

Beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam membangun budaya keselamatan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, forum diskusi seperti ini diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya Human Factors dalam menciptakan sistem penerbangan yang aman, adaptif, dan berkelanjutan.

Setelah pembukaan resmi kegiatan, forum dilanjutkan dengan paparan narasumber yang dipimpin oleh Ketua Tim PKM, Dwi Lestary, S.S.T., M.A., MS.ASM. Dalam pemaparannya, Dwi Lestary menjelaskan bahwa perkembangan teknologi penerbangan modern justru semakin menegaskan pentingnya peran manusia dalam menjaga keselamatan sistem penerbangan. Ia menyampaikan bahwa manusia merupakan “arsitektur tak terlihat” dalam keselamatan karena manusia yang berpikir, mengambil keputusan, berkomunikasi, beradaptasi, serta menjaga sistem tetap berjalan dengan aman setiap hari. 

Forum diskusi membahas berbagai topik penting terkait Human Factors dan Safety Management System (SMS), di antaranya:

  • Human Factors sebagai inti keselamatan penerbangan,
  • Safety Culture dan Just Culture,
  • Communication and Teamwork,
  • Situational Awareness,
  • Workload Management,
  • Risk Management,
  • Reporting Culture,
  • Automation and Human Oversight,
  • serta Continuous Learning dalam organisasi penerbangan modern. 

Dalam forum tersebut, peserta diajak memahami bahwa keselamatan penerbangan tidak dapat dipandang semata-mata sebagai hasil kepatuhan prosedur atau kecanggihan teknologi. Keselamatan lahir dari kualitas interaksi antara manusia, sistem, organisasi, dan budaya keselamatan yang dibangun secara bersama-sama. Peserta juga diberikan ruang diskusi interaktif untuk berbagi perspektif operasional dan pengalaman di lapangan, sehingga pembahasan menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. 

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur komunitas penerbangan, mulai dari akademisi, regulator, asosiasi profesi, personel operasional penerbangan, Air Traffic Controller (ATC), teknisi, pilot, TNI AU, Perusahaan bergerak pada industri penerbangan, Coal Mining,  taruna, mahasiswa, hingga masyarakat pemerhati penerbangan. Kehadiran peserta lintas sektor tersebut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap penguatan budaya keselamatan penerbangan berbasis Human Factors di Indonesia. 

Adapun Tim PKM terdiri dari:

  1. Dwi Lestary, S.S.T., M.A., MS.ASM.
  2. Nunuk Praptiningsih, S.E., M.Si.
  3. Ichyu Machmiyana, S.S.T., MS.ASM.
  4. Martha Saulina, S.S.T., M.A., MS.ASM.
  5. Ir. Direstu Amalia, S.T., MS.ASM.

Melalui kegiatan ini, PPI Curug kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Forum diskusi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya keselamatan penerbangan nasional melalui peningkatan kesadaran, komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem penerbangan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *